Aku Takut Semua Pergi

“Aku takut semua pergi”

Sesuatu yang terlambat apakah akan selalu menjadi sebuah penyesalan??? Dan apakah jawabannya akan selalu sama dengan apa yang kita bayangkan???Sesuatu yang terlambat itu kadang membuat seseorang menjadi penasaran. Penasaran karena memendam perasan justru hanya akan membuat kita takut atas jawaban yang akan kita dapat nanti dan aku telah mengalaminya saat ini.

 

Lima bulan telah berlalu…….tapi perasaan itu belum juga hilang dari hatiku. Lelaki itu telah mampu membuatku jatuh hati padanya. Sebut saja dia DIMAS ANDREAN PRASETYA. Sungguh hal yang tak pernah aku duga. Aku merasa,setiap aku menatapnya ada rasa yang entah mengapa memaksaku untuk mengungkapkan semua perasaanku kepadanya Tapi, setelah aku fikir-fikir,resiko yang harus aku terima terlalu menyakitkan dan resiko itu pun bukan hanya untukku tapi untuknnya juga.

Aku hanyalah seorang gadis yang bisannya hanya menunggu dan menunggu,menunggu sesuatu yang mungkin tak pasti. Dimas mempunyai seorang sahabat yang membantuku untuk mencari informasi tentang dimas. Dia bermana Arya…. dia baik banget, dia selalu menemaniku waktu aku lagi sedih,meski pun itu cuma lewat sms. Dia selalu memberikan saran agar aku tak patah semangat dalam perjalanan cintaku ini. Andai aku seberani kedua sohibku yaitu MUTIE dan DIFA. Mereka adalah teman pertamaku di SMA. Dan sampai kapan pun kita akan selalu bersahabat selamanya. Hal yang paling aku takutkan adalah nanti pada saat kita telah naik kelas, aku takut kita gak sekelas lagi,terutama dengan mutie,karena diantara mereka berdua hanyalah mutie yang mau mengertiku. Berbeda dengan Difa, dia lebih cenderung egois. Sudah berulang kali dia menyakiti hatiku,bahkan mutie pun juga,namun kita hanya bisa bersabar dan bersabar. Bahkan aku hampir dibuatnya menangis, karena saat itu dia pernah mencari-cari perhatian pada Dimas dan hal itu membuatku berfikir Difa bukanlah sahabatku. Aku mulai berfikir bahwa mereka mulai bertambah dekat dan aku takut Dimas pergi jauh meninggalkanku, sebelum aku sempat mengungkapkan semua isi hatiku padanya.

Setiap saat aku selalu berharap bisa bersatu dengan Dimas walaupun itu hanya sebatas teman. Tapi, di saat itu juga aku merasa ada pedang yang menusuk jantungku. Tapi, kenapa? Kenapa Difa tidak mengerti keinginanku? Aku akui Difa memang sahabat yang baik, dia berniat untuk membantuku lebih dekat dengan Dimas, tapi cara yang dia lakukan itu membuatku sakit hati. Setelah Mutie yang dibuatnya terluka, sekarang giliran aku. Nanti, siapa lagi yang akan dia buat menangis? Oh Tuhan, salahkah aku membenci sahabatku sendiri? Aku takkan pernah membencinya jikalau dia tidak bersikap seperti itu padaku. Aku tak ingin semuanya pergi, aku tak ingin kehilangan Dimas hanya karena Difa.

 

Hari-hari aku lalui dengan penuh ceria walau hatiku ini perih. Aku tak ingin tunjukan kesedihanku pada kedua sahabatku. Lama aku berfikir, akhirnya aku memutuskan aku tidak akan pernah menunjukkan sakit hatiku kepada Difa, seperti Mutie yang blak-blakan mengutarakan sakit hatinya kpada cewek virgo itu. Aku tidak ingin dia sedih. Aku juga akan memendam perasaanku pada Dimas, meski aku tahu berat rasanya memendam ini semua. Bagiku, persahabatan adalah segala-galanya dan aku cukup bahagia mencintai seorang Dimas.

 

BY:

Sahabat tercintaku…
Khairunnisa Firdaus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s