Satuan Acara Penyuluhan Edema Paru

SATUAN ACARA PENYULUHAN

EDEMA PARU

 

Topik                      : Edema Paru

Sub Topik              : Memperhatikan hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya  edema paru

Sasaran                   : Mahasiswa STIKes Ngudia Husada Madura

Penyuluh                : Dian Mutiara Chairunnisa

Tempat                   : Aula Kampus Ngudia Husada Madura

Hari/tanggal           : 25 November 2012

Jam/waktu              : 09.00 WIB – selesai

       I.            Tujuan Instruksional Umum ( TIU )

 Pada akhir penyuluhan, mahasiswa STIKes Ngudia Husada Madura dapat mengetahui penyakit edema paru dan hal-hal apa saja yang dapat mengakibatkan timbulnya edema paru serta tindakan apa saja yang harus dilakukan selama tidak ada, maupun ada serangan.

    II.            Tujuan Instruksional Khusus ( TIK)

Setelah diberikan tentang Edema Paru , diharapkan mahasiswa mampu:

  1. Menjelaskan pengertian Edema Paru
  2. Menjelaskan penyebab Edema Paru
  3. Menjelaskan gejala Edema Paru
  4. Menjelaskan cara mengobati Edema Paru

 III.            Garis-Garis Besar Materi

  1. Menjelaskan pengertian Edema Paru
  2. Penyebab Edema Paru
  3. Gejala Edema Paru
  4. Cara mengobati Edema Paru

  IV.            Metode

1.   Ceramah

2.   Tanya jawab

     V.            Media dan Alat Peraga

1.   Laptop

2.   LCD

3.   Leaflet

 

 

 VI.            Kriteria Evaluasi

  1. Evaluasi Struktur
    1. Persiapan materi
    2. Persiapan alat
    3. Persiapan SAP
    4. Waktu memulai acara
    5. Persiapan media
    6. Kelengkapan alat
    7. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Aula Kampus Ngudia Husada Madura
    8. Evaluasi Proses
      1. Penyuluhan dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan
      2. Peserta penyuluhan antusias terhadap materi
      3. Peserta mengajukan pernyataan dan menjawab pernyataan secara benar
      4. Evaluasi Hasil
        1. Peserta memahami dan mengetahui tentang penyakit edema paru
        2. Peserta hadir saat pertemuan

 

 

  1. VII.            Proses Kegiatan Penyuluhan

No.

Kegiatan

Respon

Waktu

1.

Pendahuluan

  1. Menyampaikan salam
  2. Menjelaskan tujuan
  3. Kontrak waktu
  4. Tes awal
  5. Membalas salam
  6. Mendengarkan     
  7. Memberi respon
 

5  menit

2.

Inti

  1. Menjelaskan pengertian Edema Paru
  2. Penyebab Edema Paru
  3. Gejala Edema Paru
  4. Cara mengobati Edema Paru
  5. Mendengarkan dengan penuh perhatian
 

10  menit

3.

Penutup

  1. Tanya jawab
  2. Tes akhir
  3. Menyimpulkan hasil penyuluhan
  4. Memberi salam penutup
  5. Menanyakan yang belum jelas
  6. Aktif bersama menyimpulkan
  7. Membalas salam
 

15 menit

 

 


 

 

 

MATERI PENYULUHAN EDEMA PARU

PADA MAHASISWA

 

 

  1. 1.      Pengertian Edema Paru

Pulmonary Edema atau Oedema adalah pembengkakan dan/atau akumulasi cairan dalam paru. Hal ini dapat menyebabkan terganggunya pertukaran gas dan dapat menyebabkan gagal napas. Edema Paru dapat terjadi akibat kegagalan jantung memindahkan cairan dari sirkulasi paru (Edema Paru Kardiogenik) atau akibat trauma langsung pada parenkim paru (Edema Paru Non-Kardiogenik).

Edema Paru Kardiogenik adalah edema paru yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan hidrostatik kapiler yang disebabkan karena meningkatnya tekanan vena pulmonalis. Edema Paru Kardiogenik menunjukkan adanya akumulasi cairan yang rendah protein di interstisial paru dan alveoli ketika vena pulmonalis dan aliran balik vena di atrium kiri melebihi keluaran ventrikel kiri.

  1. 2.      Penyebab Edema Paru

Secara patofisiologi penyakit dasar penyebab edema paru kardiogenik dibagi menjadi 3 kelompok :

  1. Peningkatan Afterload (Pressure overload) :

Terjadi beban yang berlebihan terhadap ventrikel pada saat sistolik. Contohnya ialah Hipertensi dan Stenosis Aorta.

  1. Peningkatan preload (Volume overload) :
  2. Terjadi beban yang berlebihan saat diastolik.

Contohnya ialah Insufisiensi Mitral, Insufisiensi Aorta, dan penyakit jantung dengan left-to-right shunt (Ventricular Septal Defect).

  1. Gangguan Kontraksi Miokardium Primer :

Pada Infark Miokard Akut jaringan otot yang sehat berkurang, sedangkan pada Kardiomiopati Kongestif terdapat gangguan kontraksi miokardium secara umum.

  1. 3.      Gejala Edema Paru

Gejala yang paling umum dari pulmonary edema adalah sesak napas. Sesak napas ini timbul secara berangsur-angsur. Gejala-gejala umum lain,yaitu mudah lelah, lebih cepat mengembangkan napas dengan aktivitas yang biasa (dyspnea on exertion), napas yang cepat (tachypnea), pening, atau lemah.

Tingkat oksigen darah yang rendah (hypoxia) mungkin terdeteksi pada pasien-pasien dengan pulmonary edema. Selain itu, pemeriksaan paru-paru dengan stethoscope, memungkin terdengarnya suara di paru-paru yang abnormal, selama bernapas.

  1. 4.      Pengobatan Edema Paru
    1. Oksigen
    2. Posisi setengah duduk
    3. Nitrogliserin IV 10 – 20 mcg/menit atau bolus IV 3 mg setiap 5 menit
    4. Diuretik. Dengan Furosemid 40 – 60 mg IV selama 2 menit
    5. Morfin 2 – 5 mg dengan Dextrosa atau larutan elektrolit IV selama 3 menit. Kalau tidak begitu gawat diberikan 8 – 15 mg SC atau IM.
    6. ACE-Inhibitor. Enalapril 1,25 mg IV atau Kaptopril 25 mg sublingual.
    7. Nitroprussid. Dosis awal 40 – 80 mcg/menit dinaikkan 5 mcg/menit setiap 5 menit
  • Inotropik.
  • Dobutamin, dosis 2,5 – 10 mcg/kg BB/menit
  • Dopamin, dosis 2 – 5 mcg/kg BB/menit
  • Golongan inhibitor fosfodiesterase (Amrinone, Milrinone, Enoximone, Piroximone)
  • Aminofilin berguna apabila edema paru disertai bronkokonstriksi. Dosis biasanya 5 mg/kg BB IV dalam 10 menit lanjut drip IV 0,5 mg/kg BB/jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s